top of page

Indeks Harga Perdagangan Internasional (IHPI)

Latar Belakang Pembentukan IHPI

  • Indeks Harga Perdagangan Internasional mengukur tingkat perubahan harga barang/jasa yang diekspor/diimpor suatu negara

  • Indeks Harga Perdagangan Internasional adalah dua dari empat Indeks Harga Utama[1] dalam Sistem Statistik Ekonomi, yang merupakan indikator harga untuk mengukur kinerja makroekonomi yang umum dan dipantau dengan ketat (IMF, 2009)

  • Belum tersedianya Indikator Statistik Ekonomi Makro: Indeks Harga Ekspor dan Indeks Harga Impor Indonesia yang mampu dibandingkan secara internasional (Internationally Comparable Statistics)

Kegunaan IHPI

  • Deflator PDB Indonesia

Sebagai dasar penghitungan PDB atas dasar harga konstan menurut pengeluaran

  • Mengukur Inflasi

Indeks Harga Impor digunakan untuk melacak dampak impor terhadap inflasi serta leading indikator inflasi

  • Terms of Trade

Indeks Harga Impor digunakan untuk melacak dampak impor terhadap inflasi serta leading indikator inflasi

  • Dasar Kebijakan

Sebagai dasar pembuatan kebijakan baik oleh pemerintah maupun perusahaan (i.e eskalasi proyek)

  • Pemantauan Internasional

Alat pemantauan dan perbandingan ekonomi bagi organisasi internasional seperti Eurostat, OECD dan IMF.

Current Condition IHPI

  • Penghitungan IHPI telah dilakukan namun cakupan pelaku ekspor dan impor hanya pedagang besar dengan tahun dasar 2010=100

  • BPS sedang dalam proses melakukan penyempurnaan metodologi dan cakupan IHPI sesuai standar Internasional

Pengembangan IHPI

  • Cakupan IHPI

Perluasan cakupan, tidak hanya pedagang besar tetapi juga produsen yang melakukan kegiatan ekspor impor

  • Klasifikasi dan Tahun Dasar

Klasifikasi IHPI sebelumnya dengan menggunakan BTKI 2017 dan tahun dasar 2010=100 menjadi BTKI 2022 dan tahun dasar 2023=100

Data IHPI

Untuk menghasilkan IHPI, diperlukan informasi Perubahan Harga Komoditas Ekspor maupun Impor

Data Customs adalah data dasar pembentukan IHPI, yang digunakan untuk

  • Pembentukan bobot (weights) komoditas ekspor impor

  • Pemantauan harga komoditas ekspor impor yang ditransaksikan

LAPORAN RB TEMATIK (13).png

Secara Internasional, dalam Mannual IHPI (IMF, 2009), salah satu rekomendasi utama data untuk menyusun IHPI adalah administrative customs documentation

IHPI Sekarang

LAPORAN RB TEMATIK (14).png

Apakah data ekspor impor selama ini sudah cukup untuk menghasilkan IHPI?

Data yang diterima terbatas pada agregat HS 8 digit

Perubahan harga didekati dengan Unit Value (Nilai/Volume) Tidak sepenuhnya mampu menangkap perubahan harga

Unit Value bisa menyebabkan Composition effect IHPI Bias (IMF, 2009)

Ketika (Nilai/Volume) berubah nilainya, seolah-olah terjadi perubahan harga padahal sebenarnya harga dari komoditas sebenarnya tidak berubah. Hal ini menyebabkan beberapa negara akhirnya melakukan Survei (SHPI) untuk beberapa komoditas.

  • BPS

  1. HS 2 Digit

  2. HS 5 Digit

  3. Bulan Ekspor

  4. Tahun Ekspor

  5. Netto (Berat bersih tanpa kemasan dalam Kg)

  6. FOB_HS_US

  7. FOB_HS_ORI

  8. Mata Uang : Jenis Mata Uang

  • Kemenkeu-DJBC

Halaman 1 PEB/PIB

  1. Identitas Eksportir - Imporir/NIB, Identitas bisa dari NIB/dummy (disembunyikan) dengan kode unik misalnya x1, x2, tetapi konsisten dari waktu ke waktu sehingga bisa diperbandingkan harganya

  2. Pelabuhan Muat Ekspor - Impor

  3. Pelabuhan Transit Impor

  4. Pelabuhan Bongkar

  5. Pelabuhan Tujuan Ekspor

  6. Negara Tujuan Ekspor

  7. Valuta

  8. Nilai Ekspor - Nilai CIF

  9. Freight Uang

  10. Asuransi

  11. Nilai Maklom (Jika Ada) Ekspor

  12. Jumlah Peti Kemas

  13. Nomor, Ukuran, Statis Peti Kemas

  14. Jumlah, Jenis, Merek Kemasan

  15. Berat Kotor

  16. Berat bersih

Lembar Lanjutan-PEB

  1. Pos Tarif/HS

  2. Uraian Jumlah dan Jenis Barang secara lengkap (merek, tipe, ukuran, spesifikasi lain dan kode barang)

  3. Jumlah dan Jenis satuan Barang

  4. Negara Asal Barang

  5. Daerah Asal Barang

  6. Jumlah Nilai FOB

Lembar Lanjutan-PIB

  1. Pos Tarif/HS

  2. Uraian Jumlah dan Jenis Barang secara lengkap (merk, tipe, ukuran, spesifikasi lain dan kode barang)

  3. Negara Asal Barang

  4. Jumlah dan Jenis satuan Barang

  5. Nilai Pabean

Peran IHPI Bagi Pemerintah

  1. IHPI akan berguna dan dapat dimanfaatkan oleh DJBC untuk membantu DJBC menganalisis bagaimana harga pasar dari barang dan jasa di perdagangan internasional berubah/bergerak dari satu periode ke periode lain

    • Indikator dalam menyusun kebijakan kepabeanan dan tarif cukai

  2. IHPI sebagai salah satu indikator kinerja perdagangan internasional bagi Indonesia dengan negara mitra dagang​

Tantangan Ke Depan

Menghasilkan IHPI yang lebih akurat

Dukungan dari stakeholder: Dirjen Bea dan Cukai, Kementerian Perdagangan, dan Asosiasi Perusahaan Ekspor Impor

Kebutuhan Data Dalam Dokumen PEB PIB

Variabel yang dibutuhkan PEB

Laporan SHPP (2).png
  • Identitas Eksportir/NIB

    • Identitas bisa dari NIB atau dummy (disembunyikan) dengan kode unik misalnya x1, x2, tetapi konsisten dari waktu ke waktu sehingga bisa diperbandingkan harganya

  • Pelabuhan Muat Asal

  • Pelabuhan/Tempat Muat Ekspor

  • Pelabuhan Bongkar

  • Pelabuhan Tujuan

  • Negara Tujuan Ekspor

  • Jenis Valuta

  • Nilai Ekspor

  • Freight

  • Asuransi

  • Nilai Maklon (Jika Ada)

  • Jumlah Peti Kemas

  • Nomor, Ukuran, Statis Peti Kemas

  • Jumlah, Jenis, Merek Kemasan

  • Berat Kotor

  • Berat Bersih

  • Pos Tarif/HS

  • Uraian Jumlah dan Jenis Barang secara lengkap (merk, tipe, ukuran, spesifikasi lain dan kode barang)

  • Jumlah dan Jenis satuan Barang

  • Negara Asal Barang

  • Daerah Asal Barang

  • Jumlah Nilai FOB

Variabel yang dibutuhkan lembar lanjutan PEB

LAPORAN RB TEMATIK (15).png

Variabel yang dibutuhkan PIB

LAPORAN RB TEMATIK (16).png
  • Identitas Importir/NIB

    • Identitas dari NIB atau dummy (disembunyikan) dengan kode unik misalnya x1, x2, tetapi konsisten dari waktu ke waktu sehingga bisa diperbandingkan data harganya

  • Pelabuhan Muat

  • Pelabuhan Transit

  • Pelabuhan Bongkar

  • Valuta

  • FOB

  • Freight

  • Asuransi LN/DN

  • Nilai CIF

  • Nomor, Ukuran, Tipe Peti Kemas

  • Jumlah, Jenis Merek Kemasan

  • Berat Kotor

  • Berat Bersih

Variabel yang dibutuhkan lembar lanjutan PIB

LAPORAN RB TEMATIK (17).png
  • Pos Tarif/HS

  • Uraian Jumlah dan Jenis Barang secara lengkap (merk, tipe, ukuran, spesifikasi lain dan kode barang)

  • Negara Asal Barang

  • Jumlah dan Jenis satuan Barang

  • Nilai Pabean

SHPI

  • Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan survei dilakukan secara bulanan di 24 provinsi dengan target sampel sebanyak 1002 perusahaan

  • Jenis Barang

Jenis barang/komoditas yang dikumpulkan data harganya adalah jenis barang yang termasuk dalam paket kode HS IHPI terpilih. Pemilihan paket kode HS IHPI dilakukan oleh BPS RI berdasarkan nilai FOB/CIF terbesar pada tahun 2018 yang digunakan sebagai tahun dasar ditambah dengan kode HS strategis untuk mendukung fenomena inflasi

  • Responden

Responden Survei Harga Perdagangan Internasional (SHPI) adalah perusahaan yang melakukan aktivitas perdagangan internasional

Data Sekunder (Melalui Direktorat Statistik Distribusi)

Variabel yang diperoleh

LAPORAN RB TEMATIK (18).png
  • HS 2 Digit

  • HS 5 Digit

  • ID Eks

  • Keterangan (NPWP 15 tapi tidak terisi)

  • Bulan Ekspor

  • Tahun Ekspor

  • Netto (Berat bersih tanpa kemasan dalam Kg)

  • FOB_HS_US

  • FOB_HS_ORI

  • Mata Uang : Jenis Mata Uang

  • Nilai Kurs

Tantangan Perhitungan IHPI Melalui Data Sekunder

  • Kelengkapan Variabel

Butuh variabel yang lebih spesifik, sesuai dengan dokumen PEB/PIB untuk bisa membentuk Indeks Harga

  • Periode Penerimaan Data

Indeks Harga dihitung bulanan namun selama ini data yang diperoleh adalah bulanan tetapi diterima triwulanan (3 bulan sekali memperoleh data bulanan)

Badan Pusat Statistik

(BPS-Statistic Indonesia)

Jl. Dr. Sutomo 6-8 Jakarta 10710 Indonesia

Telp (021) 3841195, 3842508, 3810291, Faks (021) 3857046, Mailbox : bpshq@bps.go.id

Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik

Semua Hak Dilindungi

bottom of page